Anggota DPRD Komisi III DPRD Cianjur, tinjau langsung lokasi penelitian situs megalit Gunung padang, yang dikerjakan oleh Tim Nasional merujuk pada SK Kemendikbud. Pelaksanaan penelitian, berjalan sebagai mana mestinya, dengan tujuan untuk mengehui keberadaan Gunung Padang dimasa lampau.
CIANJUR [BC],-Seperti di utarakan Angggota Komisi satu DPRD Cianjur, Sahli Saidi, usai pelaksanaan pelaksanaan peninjauan. ”Kalau pelaksanaan penelian ini, sangat membatu masyarakat sempat serta membawa harum nama Cianjur. Silahklan Lanjutnya, tetapi kalau sebaliknya, lebih baik penelitian ini dihentikan atau ditolak.” ujar Sahli, Kepada Kacamatasejati Senin (27/10).
Pasalnya, dalam penelitian yang menggunakan alat pengeboran ini, tidak menuntut kemungkinan akan mengakibatkan bencana tidak diharapkan dan yang mendapat imbasnya masyarakat sempat bukan para peneliti.
“Kami sangat mendukung sekali, pelaksanaan penelitian ini, dengan cacatan harus memeperhatikan juga keselamatan serta kesejahtraan masyarakat di sekitar Gunung padang itu,” terangnya.
Seperti diketahui, dalam penelitian itu, para timnas berhasil mendapatkan beberapa keping logam kunu, serta barang-barang antik lainnya.
“Nah, ini yang harus diawasi jangan sampai hasil penelitian yang di dapatnya, dimanfaatkan sebagain orang atau kelompok tertentu. Bukan untuk kepentinga sejarahan, melaikan sebagai harta karun,” tandasnya.
Disinggung adanya landasan heliped di sekitaran Gunung Padang, kata Sahli sebenarnya tidak perlu ada. ”Setingkat Brobudur juga, tidak miliki landasan Heliped, toh kenapa Gunung Padang Ada, ada apa patut dipertayakan?” ucapnya.
Lebih bagus menggunakan jalan darat aja, agar para pejabat atau pengunjung tahu begitu indahnya perjalan alam menuju gunung padang belum lagi ditambah kondisi infrastrukturnya yang rusak parah.” Pungkas Sahli. (rfh/KS)

Posting Komentar
Terima Kasih atas komentar anda.
Redaksi Kabarcianjur.tv