CIANJUR [BC],-Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Cianjur, tak terkecuali di Kecamatan Sukaluyu, mengakibatkan sejumlah sungai dan saluran air di wilayah itu mengering. Kondisi ini menyebabkan puluhan hektar lahan pertanian yang memanfaatkan aliran di daerah aliran sungai tersebut ikut kering.
“Selain menyebabkan lahan pertanian kering, kondisi itu juga berdampak pada munculnya bibit penyakit karena banyaknya tumpukan sampah di aliran sungai yang kering,” kata Mamat, salah seorang warga Desa Sukamulya, Kecamatan Sukaluyu, kemarin.
Dengan kondisi seperti itu, tutur dia, para petani hanya bisa pasrah. Bahkan tak jarang yang melakukan panen dini agar tak merugi. “Sebagian petani kedelai terpaksa memanen dini meskipun dengan risiko penurunan hasil panen karena sebagian besar isi kedelai masih muda,” tuturnya.
Sementara itu, Camat Sukaluyu D Wildan mengungungkapkan, kemarau panjang menyebabkan seluruh aliran sungai yang di wilayahnya mengalami penurunan debit air. Tak hanya itu saja, sebagian sungai malah sudah kering kerontang.
Akibat kondisi ini, sungai menjadi dangkal serta banyak tumpukan lumpur tanah maupun sampah rumah tangga yang memenuhi sungai. “Kemarau panjang yang terjadi menyebabkan mengeringnya beberapa aliran sungai di wilayah Sukaluyu,” kata D Wildan, belum lama ini.
Mengeringnya aliran sungai, jelas dia, mengakibatkan sungai kotor karena banyak tumpukan lumpur maupun sampah rumah tangga yang memenuhi sungai. “Untuk itu kami mengimbau warga untuk melakukan pembersihan sungai. Sebab jika musim hujan tiba banyaknya tumpukan sampah bukan tidak mungkin dapat mendatangkan bencana banjir,” jelasnya. (ang)

Posting Komentar
Terima Kasih atas komentar anda.
Redaksi Kabarcianjur.tv