Headlines News :
Home » , , , , » Kuota Pupuk 2014 Untuk Cianjur Berkurang

Kuota Pupuk 2014 Untuk Cianjur Berkurang

Written By KCTV on Kamis, 07 Agustus 2014 | 13.20

BOSUCI - Jumlah kuota kebutuhan pupuk pada tahun 2014 di Kabupaten Cianjur berkurang dibanding tahun lalu. Pengurangan itu berlaku bagi semua jenis pupuk dengan besaran bervariasi.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur, untuk pupuk urea, pada 2013 lalu kuotanya sebanyak 38.248 ton, tapi di tahun 2014 turun menjadi 31.548 ton. Begitupun dengan pupuk NPK yang semula 15.264 ton turun menjadi 12.317 ton pada 2014. Sedangkan pupuk organik kuota kebutuhannya naik yang semula 843 ton pada 2013 menjadi 1.767 ton.

"Jika dipersentase, pupuk urea turun sekitar 0,82 persen atau 6.790 ton dan pupuk NPK kuota kebutuhannya turun sebesar 0,81 persen atau sekitar 2.947 ton. Sedangkan pupuk organik kuota kebutuhannya naik sebesar 2,10 persen atau sekitar 924 ton," kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur, Yanto Hartono.

Yanto tak menampik jika Juli lalu permintaan pupuk cukup tinggi bersamaan musim tanam. Menurut Yanto, kurangnya pupuk pada Juni dan Juli diakibatkan alokasi bulan itu ditarik untuk kebutuhan bulan April.

"Untuk mengantisipasi petani kesulitan mendapatkan pupuk, saya sudah mengusulkan agar alokasi bulan Agustus dan September ditarik untuk kebutuhan bulan Juli," katanya.

Di lain pihak, para petani berharap agar pemerintah merealokasi kebutuhan pupuk bersubsidi. Pasalnya, kebutuhan para petani relatif masih cukup tinggi.

"Berkaca pada kebutuhan pupuk yang tinggi pada Juli, kami minta agar dinas (Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura) merealokasi kuota kebutuhan pupuk subsidi," tegas Ketua Asosiasi Pengecer Pupuk Cianjur, Adang Herry Pratidy kepada wartawan.

Adang mengatakan, tingginya permintaan pupuk terjadi hampir di seluruh kecamatan. Akibat tidak tersedianya pupuk, tak sedikit petani yang nekat membeli pupuk non subsidi dengan harga Rp5.000 per kilogram. Itu juga harus memesan terlebih dahulu.

Adang bersama rekan pengecer pupuk lainnya dan distributor mengaku sudah mengajukan realokasi ke Dinas Pertanian Cianjur. "Kami mengerti pasti Distan juga berhati-hati mengeluarkan realokasi karena berhubungan dengan barang subsidi. Jika salah mengambil kebijakan juga takut berurusan dengan hukum," tandasnya [asm]

Sumber : Inilah.com/rni
Share this post :

Posting Komentar

Terima Kasih atas komentar anda.



Redaksi Kabarcianjur.tv

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. KABARCIANJUR TV - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger Support by Blog Asnur