CIANJUR (BC),-Masalah pengelolaan sampah belum jadi prioritas di Kabupaten Cianjur. Ini dikatakan Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh ketika menanggapi kebakaran sampah akibat luapan gas metan yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir Pasirsembung pada dua pekan lalu."Karena sekarang prioritas di 2015 itu masih pemindahan pasar. Jadi sebenarnya kalau soal anggaran yang kurang (untuk TPA) ketika jadi prioritas pasti bisa," kata Tjetjep ditemui, di Gedung Serba Guna Assakinah, Jalan Abdullah Bin Nuh, Selasa (28/10/2014).Tjetjep pun membenarkan jika Pemkab telah melakukan studi kelayakan untuk lokasi TPA baru di Mekarsari Cikalong Kulon sejak 2011 lalu.Namun untuk saat ini TPA baru memang belum bisa direalisasi karena alasan prioritas tadi dan belum adanya kesepakatan apakah lokasi di Mekarsari bisa dilanjutkan atau tidak. "DED sudah ada. Tinggal menunggu kesepakatan saja," ucapnya.Mengenai target realisasi untuk TPA baru, Tjetjep hanya menjawab secepatnya. Ia pun menilai, selagi TPA Pasirsembung masih bisa dimanfaatkan, pihaknya akan mengoptimalkan keberadaan TPA tersebut.Selain itu, sebelum kemarau panjang, keberadaan TPA Pasirsembung belum pernah ada masalah. "Tapi kalau sudah enggak bisa sama sekali ya kami pindah. Memang diupayakan secepatnya," ucapnya.Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Yadi Mulyadi menuturkan, jika dari dinas teknis yakni Dinas Kebersihan dan Pertamanan, sudah menyatakan TPA Pasirsembung tidak ideal, seharusnya Pemkab segera menyediakan lokasi alternatif.Hal ini dikatakan Yadi menanggapi pernyataan DKP yang menilai TPA Pasirsembung hanya bisa bertahan sekitar tiga atau empat tahun lagi. Namun, untuk informasi terkait penyediaan lahan baru di Mekarsari, pihaknya mengaku belum mendapatkan informasi kongkret."Tapi kalau melihat kondisi, ya kalau bisa pindah secepatnya," kata Yadi seraya menuturkan, masalah pengelolaan sampah di Kabupaten Cianjur memang harus ditingkatkan. Jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi yang semakin berkembang kan pasti menambah produksi sampah. Cepat atau lambat lokasi alternatif harus ada," katanyaSementara itu, Koordinator Wahana Lingkungan Hidup Simpul Bogor Puncak Cianjur (Bopunjur), Eko Wiwid Arengga menilai, perhatian Pemkab dalam menangani pengelolaan sampah memang dinilai belum ideal.Rencana relokasi pun sudah sejak empat tahun lalu dibicarakan namun tidak pernah terealiasi. Belum lagi sampah sudah masuk ke pencemaran sungai seperti di kawasan Wisata Cibodas."Makanya jika kabupaten Cianjur mendapatkan adipura, saya merasa aneh. Jika dijumlah, pemberitaan soal sampah saja sudah puluhan bahkan ratusan sejak 15 tahun silam. Artinya Cianjur belum mampu mengelola sampah dengan baik sesuai standrisasi Lingkungan hidup," kata Eko.Padahal, sistem pengelolaan sampah secara open dumping memang sudah tidak ideal. Selain mencemari lingkungan, air dan gas metan yang tidak disalurkan juga bisa mencemari dan menyebabkan kebakaran."Gas metan yang terkena panas matahari bisa menyebabkan titik api di TPA. Alih fungsi teknologi sebenarnya sudah mendesak," ucapnya. (Muhammad Irfan/A-89)***
Home »
cianjur
,
Dari Pikiran Rakyat
,
kabupaten cianjur
» Pengelolaan Sampah di Kab. Cianjur Belum Jadi Prioritas
Pengelolaan Sampah di Kab. Cianjur Belum Jadi Prioritas
Written By KCTV on Rabu, 29 Oktober 2014 | 09.49
Label:
cianjur,
Dari Pikiran Rakyat,
kabupaten cianjur

Posting Komentar
Terima Kasih atas komentar anda.
Redaksi Kabarcianjur.tv