-Dengan luas hutan yang cukup besar, keberadaan penyuluh kehutanan di Kabupaten Cianjur dinilai belum ideal. Pasalnya, dengan 46 penyuluh kehutanan yang ada saat ini, belum bisa optimal membina masyarakat hutan yang tersebar di 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur.
"Idealnya ada satu tiap desa. Jika di Cianjur ini ada 384 desa, maka ya jumlah idealnya ada segitu," kata Ketua Sentra Penyuluh Kehutanan Pedesaan (SPKD) Kabupaten Cianjur Hilman Jayaputra di Sukanagara, Selasa (21/10/2014).
Menurut Hilman, jumlah ideal ini diperlukan mengingat pentingnya keberadaan penyuluh kehutanan dalam mengajak masyarakat mempertahankan kelestarian hutan. Tanpa peran yang baik dari penyuluh kehutanan, akan sulit membangun kesadaran masyarakat tentang menjaga kelestarian hutan.
"Sebenarnya bukan hanya Cianjur ya. Data di saya saja, dari kebutuhan 27.000 penyuluh kehutanan di Indonesia saat ini baru 3.918. Hanya 10% lah dari jumlah ideal," ucapnya.
Beruntung, lanjut Hilman, di Cianjur sudah terbentuk Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) sejak 2003. Selain itu, meski jumlahnya hanya 46, Penyuluh Kehutanan Lapangan (PKL) yang berasal dari PNS sudah bisa dibilang aktif dalam mensosialisasikan pelestarian hutan di masyarakat.
"Meski minim di jumlah, kualitasnya mah sudah bagus. Tapi jika bisa memenuhi jumlah ideal kan penyuluhan pun bisa merata dan lebih fokus," ucapnya.
Ia menuturkan salah satu solusinya adalah dibentuknya Penyuluh Kehutanan Swasta (PKS) yang dibentuk oleh instansi-instansi swasta atau BUMN yang ada di Cianjur. "Potensi dari PKS ada. Tapi masih lemah karena instansi terkait tidak menyiapkan itu," katanya (Muhammad Irfan/A-89)***
Posting Komentar
Terima Kasih atas komentar anda.
Redaksi Kabarcianjur.tv