CIANJUR, (BC).- Jumlah pengangguran di Kabupaten Cianjur mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut dipicu salah satunya akibat sektor pertanian yang mengalami kegagalan sebagai dampak musim kemarau.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cianjur, jumlah pengangguran tahun 2012 per bulan Agustus mencapai 10,37 persen dari jumlah angkatan kerja 1.012.665. Sedangkan pada tahun 2013 saat ini naik menjadi 14,18 persen dari jumlah angkatan kerja sebanyak 1.026.245 orang atau terjadi kenaikan sekitar 3,81 persen.
"Kalau melihat data hasil dari sensus atau pendataan yang kami lakukan memang trend pengangguran di Cianjur mengalami kenaikan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pengangguran meningkat di Cianjur," kata Kepala Seksi Statistik BPS Kabupten Cianjur, Dedi Sugandi, Selasa (14/10/14).
Dikatakan Dedi, meningkatnya jumlah pengangguran di Cianjur tidak terlepas dengan faktor sektor pertanian. Apalagi jika mengingat penyumbang tenaga kerja terbesar 45 persen diantaranya dari sektor pertanian.
"Kegagalan pertanian yang diakibatkan berbagai faktor seperti kekeringan menjadi penyumbang terbesar pengangguran. Banyak para pekerja pertaniaan yang menganggur lantaran terjadi kekeringan yang mengakibatkan gagal panen dan turunya produksi," kata Dedi.
Selain itu faktor Tenaga Kerja Indonesia (TKI) juga menjadi indikasi melonjaknya jumlah pengangguran di Cianjur. Terjadinya moratorium TKI ke Arab Saudi juga menjadi salah satu penyebab. "Banyak calon TKI yang tidak bisa berangkat, karena ada moratorium, mereka otomatis menganggur, ini juga menjadi salah satu penyebab," katanya.
Semakin meningkatnya investasi di Cianjur seperti munculnya banyak pabrik yang menyerap tenaga kerja ribuan orang ternyata tidak banyak mendongkrak jumlah pengangguran menurun. "Ternyata tidak banyak berdampak, lantaran di Cianjur masih mayoritas pertanian bukan sektor industri," tegasnya (Bisri Mustofa/A-147)***.
Posting Komentar
Terima Kasih atas komentar anda.
Redaksi Kabarcianjur.tv