CIANJUR [BC],-Pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Batik Putri Cianjur (BPC), Herlan Suangsa, mengaku kewalahan memenuhi pesanan batik dari berbagai daerah di luar Cianjur. Saat ini, batik khas Cianjur telah merambah pangsa pasar di beberapa kota besar seperti Bandung, Jakarta, Sulawesi, Kalimantan dan beberapa kota lainnya.
“Selain pangsa pasar lokal, pesanan juga datang dari beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Namun jujur saja, untuk memenuhi pesanan itu kami tidak mampu karena keterbatasan tenaga kerja dan tempat produksi,”ungkap Herlan yang ditemui di rumahnya.
Herlan menambahkan, usaha batik yang dirintis sejak empat tahun lalu terus berkembang dan mulai diminati banyak pihak. Keberhasilan itu, sambung Herlan, tidak lepas dari perhatian pemerintah dalam hal permodalan bagi UMKM yang digelutinya.
Batik motif Cianjuran saat ini mulai dikenal berbagai kalangan di sejumlah kota-kota besar bahkan hingga negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Setiap bulannya kami mengembangkan warna dan motif yang memiliki ciri khas Cianjur, seperti ayam pelung, pandanwangi, batu ampar, pakis haji dan motif lainnya.
Herlan menuturkan, untuk motif dan warna batik khas Cianjuran, pihaknya berinovasi dengan memunculkan sejumlah warna-warna terang yang berbeda dengan batik khas Jawa yang dominan dengan warna hitam dan coklat. Tak heran jika batik Cianjur banyak diminati berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga orang tua karena dapat dipadukan serasi dengan bawahan seperti jeans atau rok.
“Bahkan untuk saat ini, khusus batik tulis dengan warna alam, kami bekerjasama dengan sejumlah pelukis di Cianjur, untuk membuat motif. Harapan kami, kolaborasi pembatik dengan pelukis ini akan memunculkan motif dan warna baru koleksi batik yang akan kami tawarkan ke sejumlah peminat di Thailand,” pungkasnya.

Posting Komentar
Terima Kasih atas komentar anda.
Redaksi Kabarcianjur.tv